Jumat, 11 Desember 2015

Makalah AFIKSASI

BAB I
PENDAHULUAN
I.1  Latar Belakang
Morfologi merupakan salah satu kajian llinguistik yang membahas tentang masalah berbahasa yang ada di dalamnya terdapat berbagai bagian-bagian yang dikaji. Karena dalam bahasan terdapat sub-sub yang membedakan jenis bahasa. Dari sini muncul gagasan untuk lebih memfokuskan pada satu bahasan masalah dalam kajian morfologi tentang afiksasi.
Sebelum kita membahas apa itu Afiksasi, kita harus tahu dulu apa itu Afiks? Afiks adalah morfem terikat yang dilekatkan pada morfem dasar atau akar (Fromkin dan Rodman, 1998:519).
Pembahasan mengenai afiks dapat ditemukan dalam setiap buku linguistik umum dan morfologi. Namun demikian, pembahasan pada buku-buku tersebut masih bersifat kurang menyeluruh dan berbeda-beda. Hal ini dapat disebabkan oleh terbatasnya jenis afiks dari bahasa yang dianalisis atau belum adanya analisis yang lebih mendalam mengenai afiks.
                     Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada suatu satuan, baik berupa satuan tunggal maupun kompleks untuk membentuk kata. Afiksasi adalah salah satu dari 3 proses morpologik, yang terdiri atas afiksasi, Reduplikasi dan Proses Pemajemukkan.
I.2  Rumusan Masalah
Pemahaman tentang Afiks dan Afiksasi akan lebih baik apabila tidak mengabaikan bentuk dasarnya, baik satuan tunggal maupun satuan kompleks.
·         Apa  Pengertian Afiksasi?
·         Apa saja macam-macam Afiksasi dan contoh penerapannya?
I.3  Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan makalah ini yaitu, mengetahui Pembubuhan Afiksasi dan contoh penerapannya dalam kata dasar

BAB II
PEMBAHASAN
II.1      Pengertian Afiksasi
Afiks atau imbuhan adalah bunyi yang ditambahkan pada sebuah kata entah di awal, di akhir, di tengah, atau gabungan dari antara tiga itu untuk membentuk kata baru yang artinya berhubungan dengan kata yang pertama.
Kata berimbuhan adalah kata yang telah mengalami proses pengimbuhan atau (afiksasi). Imbuhan atau afiksasi adalah morfem terikat yang digunakan dalam bentuk dasar untuk membentuk kata. Hasil dari proses pengimbuhan itu disebut kata berimbuhan atau kata turunan.
Contoh :
ber- , pada lari = berlari
me- , pada runcing = meruncing
-an , pada pakai = pakaian


II.1.1   Prefeks
Prefeks ialah afiks (imbuhan) yang ditempatkan di bagian muka dasar .

1)      Awalan di-
Awalan di- bermakna suatu perbuatan yang pasif.
Contoh:
a.      di + baca = dibaca
b.      di + ambil = diambil
c.       di + jual = dijual
Jika di- diikuti oleh kata yang menunjukkan tempat, maka penulisannya dipisah, contoh: di Jakarta, di Tanah Grogot.


2)      Awalan ter-
Imbuhan ter- menyatakan makna sebagai berikut:
a.       Menyatakan sifat                           : terpandai, terbaik, terhebat,
b.       Menyatakan ketidaksengajaan      : terbawa, tertinggal
c.        Menyatakan keadaan  telah          : tertutup, terbuka, terkunci
d.       Menyatakan keadaan tiba-tiba      : tertawa, terjatuh
3)      Awalan Ke-
            Tidak memiliki bentuk perubahan khusus, tetapi memiliki makna menyatakan urutan. Contoh:  ke-1, ke-2, ke-3, dst.
II.1.2   Sufiks
Digunakan  di bagian belakang kata atau dilekatkan pada akhir dasar.
1)      Akhiran –an
Pada umumnya akhiran –an membentuk kata benda misalnya, pukulan, manisan, satuan, ratusan. Makna akhiran –an adalah sebagi berikut;
a.       Menyatakan tempat                                  : pangkalan, kubangan
b.       Menyatakan alat                                        : timbangan, ayunan
c.        Menyatakan hal atau cara                         : didikan, pimpinan.
d.       Menyatakan akibat, hasil perbuatan          : hukuman, balasan.
e.        Menyatakan seluruh, kumpulan                : lautan, sayuran.
2)      Akhiran –kan dan -i
Fungsi
a)       Membentuk kata kerja
akhiran –kan dan –i itu merupakan kata kerja bentuk imperatif (memerintah)

Contoh:
1)       panas (kata sifat)
2)       panaskan (kata kerja), panasi (kata kerja)
3)       dengarkan, ambilkan, pejamkan
4)       turuti, kuliti, gelitiki
II.1.3   Konfiks
Gabungan prefiks dan sufiks yang dilekatkan sekaligus pada awal dan akhiran dasar.
1.         me-kan
menyatakan kegiatan aktif                   : mengirimkan, memantulkan, menggembirakan, menelantarkan
2.      pe-an
a)      Menyatakan suatu hal/perbuatan        : pendidikan, pengangguran, perampokan, pemeriksaan
b)      Menyatakan suatu proses                    : pendaftaran, pembentukan, pembuatan
c)      Menyatakan tempat                             : penampungan, pemandian, pegunungan
3.      ke-an
Konfiks ke-an berfungsi sebagai pembentuk kata benda abstrak. Misalnya, kepandaian, kecepatan, keindahan, kesehatan. Konfiks ke-an­ memiliki makna sebagai berikut:
a)       Menyatakan keadaaan                                    : kedinginan, kesakitan
b)       Menyatakan intensitas (terlalu, terlampau)     : kebesaran, kemahalan.
c)       Menyatakan agak, menyerupai                       : kehijau-hijauan, kebarat-baratan.




4.      per-an
3)      Menyatakan tempat                                               : perhentian, percetakan
4)      Menyatakan daerah                                              : perkebunan.
5)      Menyatakan hasil perbuatan.                                : pernyataan, pertahanan
6)      Menyatakan perihal                                              : peristilahan, perhukuman
7)      Menyatakan banyak, bermacam-bermacam         : peralatan, persyaratan.

II.1.4   Infiks
Sisipan (infiks/ infix) adalah imbuhan yang terletak di dalam kata. Jenis imbuhan ini tidak produktif, artinya pemakaiannya terbatas hanya pada kata-kata tertentu.
Sisipan ( infiks/ infix) dapat mempunyai makna, antara lain:
1.      Menyatakan banyak dan bermacam-macam.
Contohnya:
a)      tali→ temali, artinya terdapat bermacam-macam tali.
b)      gigi→gerigi, artinya terdapat bermacam gigi.
c)      sabut→serabut, artinya terdapat bermacam-macam sabut.
d)     gunung→gemunung, artinya terdapat bermacam-macam gunung.








2.      Menyatakan intensitas frekuentif, artinya menyatakan banyaknya waktu.
Contoh:
a)      getar→gemetar, artinya menunjukan banyaknya waktu getar atau gerak suatu benda.
b)      guruh→gemuruh, artinya menunjukan banyaknya waktu guruh.
c)      gertak→gemertak, artinya menujukan banyaknya waktu bunyi gertak.
d)     cicit→cericit, artinya menujukan banyaknya waktu bunyi cicit.


3.      Menyatakan sesuatu yang mempunyai sifat seperti yang disebut pada kata dasarnya.
Contoh:
a)      kata kerja→kinerja, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan kerja atau sesuatu sifat kegigihan.
b)      kuning→kemuning, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan warna kuning.
c)       gilang→gemilang, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan cerah.
d)     turun→temurun, artinya sesuatu yang mempunyai sifat terus-menerus.
e)      tunjuk→telunjuk, artinya sesuatu yang mempunyai sifat seperti tunjuk.

                       




BAB III
PENUTUP
III.1     Kesimpulan
Afiks  atau imbuhan adalah bunyi yang ditambahkan pada sebuah kata entah di awal, di akhir, di tengah, atau gabungan dari antara tiga itu untuk membentuk kata baru yang artinya berhubungan dengan kata yang pertama.
Imbuhan atau afiksasi adalah morfem terikat yang digunakan dalam bentuk dasar untuk membentuk kata.
Imbuhan ada 4 ( Prefeks, Sufiks, Konfiks, Infiks).

III.2     Saran
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis mengharapkan masukan berupa kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan pembuatan makalah ini dan bermanfaat khususnya untuk penulis dan umumnya untuk pembaca.













      Daftar Pustaka

Http//www.kelasindonesia.com
Http//belajarbahasa-bahasaindonesia.blogspot.in/2012/05/afiksasi-imbuhan.html
http//berkas-berkas-kuliah.blogspot.in/2013/02/pengertian-ciri-dan-jenis-afiks-dan.html
http//kmbsi.blogspot.in/2013/05/kata-berimbuhan-afiksasi-html
http//morfologibahasaindonesia.blogspot.in/2011/03/afiksasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar