BAB I
PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang
Morfologi merupakan salah satu
kajian llinguistik yang membahas tentang masalah berbahasa yang ada di dalamnya
terdapat berbagai bagian-bagian yang dikaji. Karena dalam bahasan terdapat
sub-sub yang membedakan jenis bahasa. Dari sini muncul gagasan untuk lebih
memfokuskan pada satu bahasan masalah dalam kajian morfologi tentang afiksasi.
Sebelum kita
membahas apa itu Afiksasi, kita harus tahu dulu apa itu Afiks? Afiks adalah
morfem terikat yang dilekatkan pada morfem dasar atau akar (Fromkin dan Rodman,
1998:519).
Pembahasan
mengenai afiks dapat ditemukan dalam setiap buku linguistik umum dan morfologi.
Namun demikian, pembahasan pada buku-buku tersebut masih bersifat kurang
menyeluruh dan berbeda-beda. Hal ini dapat disebabkan oleh terbatasnya jenis
afiks dari bahasa yang dianalisis atau belum adanya analisis yang lebih
mendalam mengenai afiks.
Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada suatu satuan, baik berupa satuan tunggal maupun kompleks untuk membentuk kata. Afiksasi adalah salah satu dari 3 proses morpologik, yang terdiri atas afiksasi, Reduplikasi dan Proses Pemajemukkan.
Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada suatu satuan, baik berupa satuan tunggal maupun kompleks untuk membentuk kata. Afiksasi adalah salah satu dari 3 proses morpologik, yang terdiri atas afiksasi, Reduplikasi dan Proses Pemajemukkan.
I.2 Rumusan
Masalah
Pemahaman
tentang Afiks dan Afiksasi akan lebih baik apabila tidak mengabaikan bentuk
dasarnya, baik satuan tunggal maupun satuan kompleks.
·
Apa
Pengertian Afiksasi?
·
Apa saja macam-macam Afiksasi dan contoh
penerapannya?
I.3 Tujuan
Penulisan
Tujuan dalam
penulisan makalah ini yaitu, mengetahui Pembubuhan Afiksasi dan
contoh penerapannya dalam kata dasar
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Pengertian Afiksasi
Afiks atau imbuhan adalah bunyi yang ditambahkan pada
sebuah kata entah di awal, di akhir, di tengah, atau gabungan dari antara tiga
itu untuk membentuk kata baru yang artinya berhubungan dengan kata yang pertama.
Kata berimbuhan
adalah kata yang telah mengalami proses pengimbuhan atau (afiksasi). Imbuhan
atau afiksasi adalah morfem terikat
yang digunakan dalam bentuk dasar untuk membentuk kata. Hasil dari proses
pengimbuhan itu disebut kata berimbuhan atau kata turunan.
Contoh
:
ber-
, pada lari = berlari
me-
, pada runcing = meruncing
-an
, pada pakai = pakaian
II.1.1 Prefeks
Prefeks
ialah afiks (imbuhan) yang
ditempatkan di bagian muka dasar .
1)
Awalan di-
Awalan di- bermakna suatu perbuatan yang pasif.
Contoh:
a.
di + baca = dibaca
b.
di + ambil = diambil
c.
di + jual = dijual
Jika di-
diikuti oleh kata yang menunjukkan tempat, maka penulisannya dipisah, contoh:
di Jakarta, di Tanah Grogot.
2)
Awalan ter-
Imbuhan ter- menyatakan makna
sebagai berikut:
a.
Menyatakan
sifat : terpandai, terbaik, terhebat,
b.
Menyatakan
ketidaksengajaan : terbawa, tertinggal
c.
Menyatakan
keadaan telah : tertutup, terbuka, terkunci
d.
Menyatakan
keadaan tiba-tiba : tertawa, terjatuh
3)
Awalan Ke-
Tidak memiliki bentuk perubahan
khusus, tetapi memiliki makna menyatakan urutan. Contoh: ke-1, ke-2, ke-3, dst.
II.1.2 Sufiks
Digunakan di bagian belakang kata atau dilekatkan pada
akhir dasar.
1)
Akhiran –an
Pada umumnya akhiran –an membentuk kata benda misalnya, pukulan, manisan,
satuan, ratusan. Makna akhiran –an adalah sebagi berikut;
a.
Menyatakan tempat :
pangkalan, kubangan
b.
Menyatakan alat : timbangan, ayunan
c.
Menyatakan hal atau cara : didikan, pimpinan.
d.
Menyatakan akibat, hasil perbuatan : hukuman, balasan.
e.
Menyatakan seluruh, kumpulan : lautan, sayuran.
2)
Akhiran –kan dan -i
Fungsi
a)
Membentuk
kata kerja
akhiran –kan dan –i itu merupakan
kata kerja bentuk imperatif (memerintah)
Contoh:
1)
panas (kata sifat)
2)
panaskan
(kata kerja), panasi (kata kerja)
3)
dengarkan,
ambilkan, pejamkan
4)
turuti,
kuliti, gelitiki
II.1.3 Konfiks
Gabungan prefiks dan sufiks yang
dilekatkan sekaligus pada awal dan akhiran dasar.
1.
me-kan
menyatakan
kegiatan aktif : mengirimkan, memantulkan, menggembirakan, menelantarkan
2.
pe-an
a) Menyatakan suatu hal/perbuatan : pendidikan, pengangguran, perampokan, pemeriksaan
b) Menyatakan suatu proses : pendaftaran, pembentukan, pembuatan
c) Menyatakan tempat : penampungan, pemandian, pegunungan
3.
ke-an
Konfiks ke-an berfungsi sebagai
pembentuk kata benda abstrak. Misalnya, kepandaian, kecepatan, keindahan,
kesehatan. Konfiks ke-an memiliki makna sebagai berikut:
a)
Menyatakan
keadaaan : kedinginan, kesakitan
b)
Menyatakan
intensitas (terlalu, terlampau) :
kebesaran, kemahalan.
c)
Menyatakan
agak, menyerupai :
kehijau-hijauan, kebarat-baratan.
4.
per-an
3)
Menyatakan
tempat : perhentian, percetakan
4)
Menyatakan
daerah : perkebunan.
5)
Menyatakan
hasil perbuatan. :
pernyataan, pertahanan
6)
Menyatakan
perihal : peristilahan, perhukuman
7)
Menyatakan
banyak, bermacam-bermacam : peralatan, persyaratan.
II.1.4 Infiks
Sisipan (infiks/ infix) adalah
imbuhan yang terletak di dalam kata. Jenis imbuhan ini tidak produktif, artinya
pemakaiannya terbatas hanya pada kata-kata tertentu.
Sisipan (
infiks/ infix) dapat mempunyai makna, antara lain:
1.
Menyatakan banyak dan bermacam-macam.
Contohnya:
a)
tali→ temali, artinya
terdapat bermacam-macam tali.
b)
gigi→gerigi, artinya
terdapat bermacam gigi.
c)
sabut→serabut, artinya
terdapat bermacam-macam sabut.
d)
gunung→gemunung, artinya
terdapat bermacam-macam gunung.
2.
Menyatakan intensitas frekuentif, artinya
menyatakan banyaknya waktu.
Contoh:
a)
getar→gemetar, artinya
menunjukan banyaknya waktu getar atau gerak suatu benda.
b)
guruh→gemuruh, artinya
menunjukan banyaknya waktu guruh.
c)
gertak→gemertak, artinya
menujukan banyaknya waktu bunyi gertak.
d)
cicit→cericit, artinya
menujukan banyaknya waktu bunyi cicit.
3.
Menyatakan sesuatu yang mempunyai sifat seperti yang
disebut pada kata dasarnya.
Contoh:
a)
kata
kerja→kinerja, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan
kerja atau sesuatu sifat kegigihan.
b)
kuning→kemuning, artinya
sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan warna kuning.
c)
gilang→gemilang, artinya sesuatu yang
mempunyai sifat sama dengan cerah.
d)
turun→temurun, artinya
sesuatu yang mempunyai sifat terus-menerus.
e)
tunjuk→telunjuk, artinya
sesuatu yang mempunyai sifat seperti tunjuk.
BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Afiks atau imbuhan
adalah bunyi yang ditambahkan pada sebuah kata entah di awal, di akhir, di
tengah, atau gabungan dari antara tiga itu untuk membentuk kata baru yang
artinya berhubungan dengan kata yang pertama.
Imbuhan atau afiksasi
adalah morfem terikat yang digunakan dalam bentuk dasar untuk membentuk kata.
Imbuhan ada 4 ( Prefeks, Sufiks,
Konfiks, Infiks).
III.2 Saran
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah
ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis mengharapkan masukan
berupa kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan pembuatan makalah ini
dan bermanfaat khususnya untuk penulis dan umumnya untuk pembaca.
Daftar Pustaka
Http//www.kelasindonesia.com
Http//belajarbahasa-bahasaindonesia.blogspot.in/2012/05/afiksasi-imbuhan.html
http//berkas-berkas-kuliah.blogspot.in/2013/02/pengertian-ciri-dan-jenis-afiks-dan.html
http//kmbsi.blogspot.in/2013/05/kata-berimbuhan-afiksasi-html
http//morfologibahasaindonesia.blogspot.in/2011/03/afiksasi.html