PENGARUH
BERBAGAI PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT
Dosen Pengampu : Siti Nurjanah.,SP.,MP

Di susun oleh;
RIZKI EKA
SAPUTRI
TRIMAN PRASETYO
PATHUL JANNAH
WAHYU WIDI A.
SITI KHOIRIYAH
SAIPUL AMIN
SEMESTER III
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI C
SEKOLAH TINGGI ILMU
PERTANIAN MUHAMMADIYAH TANA GROGOT
2016/2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke
hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan petunjuk-Nya
sehingga laporan yang berjudul “Pengaruh berbagai pupuk daun terhadap
pertumbuhan tanaman kangkung darat” ini dapat terselesaikan tepat pada
waktunya.
Laporan ini disusun berdasarkan
berbagai sumber yang relevan dengan materi yang disajikan dalam laporan ini.
Penulis menyadari bahwa laporan
ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua
pihak yang bersifat konstruktif sangat penulis harapkan guna kesempurnaan
laporan ini.
Akhir kata penulis ucapkan
terima kasih, semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis maupun bagi para
pembacanya.
Tanah Grogot, 3 Januari 2017
Penulis
Daftar Isi
Kata Pengantar
i
Daftar Isi
ii
A.Pendahuluan
1
1. Latar Belakang
1
2. Tujuan
1
B.Landasan Teori
2
1. Tinjauan umum kangkung darat
2
2. Pengaruh pupuk
daun terhadap pertumbuhan tanaman
5
C. Metode Praktikum
7
1. Waktu dan tempat
7
2. Alat dan bahan
7
3. Prosedur Praktikum
8
D. Tabel hasil pengamatan
9
E. Hasil dan pembahasan
12
F. Kesimpulan dan Saran
14
Dafar Pustaka
Lampiran
PERNGARUH BERBAGAI PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG
DARAT
A.
Pendahuluan
1.
Latar
belakang
Budidaya kangkung darat
sangat mudah, karena sayuran ini bersiklus panen cepat dan relatif tahan hama. Karena itulah harga
kangkung di pasaran relatif murah dibandingkan jenis tanaman lain. Budidaya
kangkung darat dapat dilakukan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.
Untuk bisa tumbuh dan berkembang baik, budidaya kangkung darat bisa diperbanyak
dengan biji dan stek. Namun untuk kangkung darat, petani biasa melakukannya
dengan biji untuk itu perlu adanya pembudidayaan kangkung darat.
Dalam praktikum ini, kita akan mengetahui berbagai pengaruh
pemberian pupuk daun terhadap pertumbuhan kangkung.
2.
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah;
a.
`mengetahui budidaya kangkung darat
b.
Mengetahui berbagai macam pupuk organik cair
c.
Mengetahui pengaruh pupuk terhadap tanaman
B.
Landasan
Teori
1.
Tinjauan
umum kangkung darat
Kangkung darat (Ipomoea Reptans) berwarna
hijau terang dengan ujung daun yang runcing. Warna bunga kangkung darat putih.
Budidaya kangkung darat dapat dilakukan baik didataran rendah maupun dataran
tinggi. Untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, budidaya kangkung darat harus
mendapatkan curah hujan dan sinar matahari yang cukup. Kangkung darat bisa
diperbanyak dengan biji dan stek. Namun khusus untuk kangkung darat, para
petani biasa melakukannya dengan biji.
Benih kangkung darat yang baik
adalah benih yang daya tumbuhnya lebih dari 95 persen dan tumbuhnya tegak
setidaknya hingga umur 8 minggu. Karena kangung darat yang tumbuh menjalar
tidak begitu diminati pasar. Usahakan jangan menggunakan benih yang telah
disimpan lebih dari satu tahun. Karena produktivitasnya akan menurun.
Pada budidaya kangkung darat
tanah harus diolah dengan dicangkul agar gembur kemudian buat bedengan
dengan lebar 1 meter dan panjang menyesuaikan dengan petak lahan. Jarak antar
bedengan 30-40 cm, fungsinya sebagai saluran drainase dan jalan untuk pemeliharaan
dan pemanenan.
Untuk budidaya kangkung
organik, siapkan pupuk dasar dari jenis pupuk organik, bisa menggunakan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk
kompos. Pupuk kandang lebih praktis karena tidak perlu menyiapkannya secara
intensif, cukup mendiamkannya hingga kering sebelum digunakan. Sementara penyiapan pupuk kompos relatif lebih lama. Apabila menggunakan pupuk kandang, lebih
baik pilih kotoran ayam dibanding kotoran kambing atau sapi. Karena kotoran
ayam lebih cepat terurai, sehingga cocok dengan tanaman kangkung yang bersiklus
panen cepat. Tebarkan pupuk tersebut di atas bedengan, kira-kira 10 ton
per hektar. Kemudian diamkan selama 2-3 hari.
Cara ditebar langsung dilakukan dengan menebarkan benih di atas
bedengan. Cara ini cukup cepat dan cocok dilakukan ditempat yang kurang orang
atau ongkos tenaga kerja mahal. Kelemahan cara ini adalah boros pada penggunaan
benih, karena bisa menghabiskan 5-10 kilogram benih per hektar. Cara ini
memerlukan pekerja yang terampil agar hasil tebar merata. Hanya saja sulit
untuk mendapatkan kepadatan populasi tanaman yang ideal. Dimana kepadatan ideal
bagi tanaman kangkung adalah 50.000 pohon per hektar.Kangkung darat memerlukan banyak air untuk tumbuh. Namun
apabila curah hujan terlalu tinggi, daun yang dihasilkan akan jelek. Pada musim
kering perlu penyiraman yang rutin, setiap pagi dan sore hari. Jika tanaman
terlihat layu dan menguning disiang hari, lakukan juga penyiraman dengan
intensitas yang cukup. Kurangnya intensitas penyiraman di siang hari terik bisa
membuat tanaman mati.
Hal selanjutnya adalah
penyiangan, walaupun kangkung merupakan tanaman siklus cepat adakalanya tanaman
muda kalah bersaing dengan rumput. Terutama saat penebaran benih awal,
pertumbuhan dari benih menjadi tanaman relatif agak lama sehingga potensi
tersalip gulma cukup tinggi. Apabila terjadi hal seperti ini, gulma tersebut
harus cepat disingkirkan dengan dicabut.
Hama yang biasa menyerang
kangkung antara lain belalang, ulat grayak (Spodotera
Litura) dan kutu daun dari (jenis Myzus Persicae dan Aphyds Gossypii). Gejala
serangan ulat grayak adalah daun bolong-bolong dan pinggiran dau bergerigi
bekas gigitan. Sedangkan kutu daun membuat tanaman kerdil dan dau melengkung.
Karena kutu daun menyerap cairan dari tanaman.
Sementara itu penyakit yang
biasanya menyerang adalah penyakit karat putih (Albigo Ipomoeae Panduratae). Bila terserang
penyakit ini akan muncul bercak putih pada daun kemudian akan semakin meluas.
Dalam budidaya kangkung darat organik, penanganan hama harus dilakukan
secara terpadu. Untuk mengurangi resiko serangan hama dan penyakit, perlu
dilakukan rotasi tanam, mengatur jarak tanam dan melakukan penyiraman yang
tepat. Atau bila terpaksa bisa menggunakan pestisida hayati seperti daun nimba,
gadung, dan sereh wangi.
Budidaya kangkung darat dari awal sebar hingga panen memakan waktu 30-45
hari. Pemanenan bisa dilakukan dengan dua cara dipotong dan dicabut. Khusus
untuk kangkung organik, sebaiknya pemanenan dilakukan dengan dicabut. Karena
selera pasar kangkung organik, yakni pasar-pasar moderen, lebih memilih tanaman
kangkung yang lengkap dengan akarnya. Pemanenan dengan cara dicabut akan
menghasilkan tanaman kangkung sebanyak 23 ton per hektar.
2.
Pengaruh
pupuk daun terhadap pertumbuhan tanaman
POC NASA adalah Pupuk Organik Cair
produksi PT Natural Nusantara (NASA). Formula ini dirancang secara khusus
terutama untuk mencukupi kebutuhan nutrisi lengkap pada tanaman juga peternakan
dan perikanan yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi
multiguna :
- Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah (aspek K-3 : Kuantitas – Kualitas- Kelestarian).
- Menjadikan tanah yang keras berangsur – angsur menjadi gembur.
- Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat dimanfaatkan tanaman).
- Memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap.
- Dapat mengurangi penggunaan Urea, SP – 36 dan KCl + 12,5% – 25%.
- Setiap 1 liter POC NASA memiliki fungsi unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang.
- Memacu pertumbuhan tanaman dan akar, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah( mengandung hormon/ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin).
- Membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman (cacing tanah, Penicilium glaucum dll).
- Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit.
- Meningkatkan bobot unggas (ayam, bebek, dll), ternak besar (sapi, kambing,dll), ikan serta udang.
- Meningkatkan nafsu makan unggas, ternak dan ikan/udang.
- Membantu pembentukan pakan alami ikan dan udang (plankton).
Dikatakannya,
POC BIO Quality Tekhnologi Mikroba Penyedia Unsur Hara merupakan produk
multiguna, dapat diaplikasikan untuk pertanian, perkebunan, perikanan, bahkan
peternakan. Pupuk Organik Cair BIO Quality merupakan produk organik murni
berbentuk cair dari kultur campuran mikroba tanah seperti bakteri Pelarut
Fospat, Kalium dan PGPR, bakteri Penambat Nitrogen (Rhizobium dan Azotobacter,
Azosprilium), Lactobacillus, Actinomycetes, Yeast, Bakterium. Fungi yang sangat
efektif untuk meningkatkan siklus hara dan kesuburan tanah, diperkaya dengan
unsur makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Pupuk Organik Cair BIO QUALITY berfungsi
Multiguna yaitu selain terutama dipergunakan untuk semua jenis tanaman pangan
(Padi, palawija, dll), horti (Sayuran, buah, bunga) dan tanaman tahunan
(Coklat, kelapa sawit, karet, dll) juga untuk ternak/unggas dan ikan/udang.
HARMONIK tidak membahayakan ( aman ) bagi kesehatan manusia maupun
binatang.
DAYA GUNA :
1. Mempercepat proses pertumbuhan tanaman.
2. Memacu dan meningkatkan pembungaan serta pembuahan.
3. Mengurangi kerontokan bunga dan buah.
4. Membantu pertumbuhan tunas .
5. Membantu pertumbuhan akar
6. Memacu pembesaran umbi.
7. Meningkatkan keawetan hasil panen.
8. Memacu dan meningkatkan bobot unggas/ternak.
POC Hantu Jantan - POC JANTAN (Pupuk Organik Cair Jagonya Petani Andalan),
terbuat dari sari tumbuhan tanaman obat alami. Berbentuk cair berwarna putih
seperti air kelapa. Jantan adalah mikroba yang didormankan (akan aktif jika
sudah ke medianya). Mampu membentuk jentik cacing dengan cepat. Mampu membelah
sel tanah yang rusak sehingga gembur kembali. Jantyan juga mempunyai kadar asam
amino. Berfungsi sebagai;
a. Memperbaiki
kondisi tanah sehingga menjadi lebih subur dan kaya hara
b. Menjaga kelestarian alam atau lingkungan karena tidak
mengandung bahan kimia berbahaya
c. Menjaga ketersediaan hara tanah baik makro dan mikro,
sehingga dapat dioptimalkan oleh tanaman.
d. Mengoptimalkan proses fotosintesis tanaman.
C.
Metode
praktikum
1.
Waktu dan
Tempat
a.
Waktu : 1) Penanaman dilakukan pada tanggal 3
Desember 2016
2)
pengamatan dilakukan mulai tanggal 17 - 2016
b.
Tempat :
Lahan
kampus Hijau Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Muhammadiyah Tanah Grogot.
2.
Alat dan
Bahan
a.
Alat
-
Cangkul
-
Sprayer
-
Bolpoint
-
Papan scanner
-
Spidol
-
Gelas ukur
b.
Bahan
-
Tanah top soil
-
Pupuk kandang
-
POC NASA, POC BIO QUALITY, POC HARMONIK, POC HANTU
Zl
-
Polybag
-
Air
-
Kertas
-
Tripleks
3.
Prosedur
praktikum
a)
Isi polybag dengan media yang terdiri atas
campuran tanah top soil dan pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1
b)
Susun polybag tersebut dalam 4 barisan,
masing-masing barisan terdiri atas 6 polybag
c)
Seminggu setelah media dimasukkan dalam polybag,
lakukan penanaman kangkung darat dengan cara ditugal, 1 poliybag terdiri atas
10 tanaman
d)
Lakukan penyiraman sesuai dengan kondisi tanah
e)
Berikan label untuk masing-masing polybag
P1 = Pupuk
Organik Cair NASA
P2 = Pupuk Organik Cair Bio Quality
P3 = Pupuk Organik
Cair Harmonik
P4 = Pupuk Organik Cair Hantu Zl
f)
Lakukan penyemprotan menggunakan pupuk daun ini
sesuai dengan dosis anjuran masing-masing pupuk pada minggu ke 2,3,4 setelah
tanam. Pada 6 sampel yang telah ditentukan, dalam 1 polybag terpilih 6 tanaman
sampel yang telah di tentukan, pengamatan meliputi;
1)
Tinggi tanaman
2)
Jumlah daun
3)
Jumlah cabang
g)
Masukkan hasil pengamatan pada tabel.
D.
Tabel
Hasil Pengamatan
TINGGI TANAMAN 2 MST
Tan. Sampel
|
P1
|
P2
|
P3
|
P4
|
1
|
27
|
27
|
19
|
16,2
|
2
|
18,5
|
22
|
22,6
|
18,5
|
3
|
21,2
|
18,7
|
19,4
|
15,6
|
4
|
18,1
|
19,5
|
21,5
|
15
|
5
|
17,2
|
21,7
|
16,2
|
14,7
|
6
|
15,5
|
17,7
|
17,3
|
17,7
|
Rata-rata
|
19,6
|
21,1
|
19,3
|
16,3
|
TINGGI
TANAMAN 3 MST
Tan. Sampel
|
P1
|
P2
|
P3
|
P4
|
1
|
32,3
|
36,2
|
28,5
|
26
|
2
|
31
|
35
|
30,5
|
30,3
|
3
|
26,2
|
26
|
30,5
|
30,3
|
4
|
24,5
|
30,3
|
31
|
22
|
5
|
26
|
33,4
|
30,1
|
23
|
6
|
28
|
27
|
29,5
|
28
|
Rata-rata
|
28,3
|
31,3
|
30,1
|
26,6
|
TINGGI TANAMAN 4 MST
Tan. Sampel
|
P1
|
P2
|
P3
|
P4
|
1
|
36,6
|
38,8
|
30
|
29,8
|
2
|
35,5
|
37,5
|
36,2
|
32,3
|
3
|
28,8
|
28,8
|
35,2
|
37,4
|
4
|
25
|
30,5
|
36
|
26,2
|
5
|
31
|
37
|
34,8
|
28
|
6
|
31
|
31,8
|
32
|
32,9
|
Rata-rata
|
31,3
|
34
|
34
|
31,1
|
JUMLAH
DAUN 2 MST
Tan.
Sampel
|
P1
|
P2
|
P3
|
P4
|
1
|
7
|
7
|
6
|
6
|
2
|
6
|
7
|
8
|
6
|
3
|
7
|
5
|
6
|
7
|
4
|
7
|
7
|
6
|
5
|
5
|
5
|
6
|
6
|
6
|
6
|
6
|
6
|
6
|
5
|
Rata-rata
|
6,3
|
6,3
|
6,3
|
5,8
|
JUMLAH
DAUN 3 MST
Tan. Sampel
|
P1
|
P2
|
P3
|
P4
|
1
|
14
|
11
|
9
|
9
|
2
|
10
|
11
|
11
|
9
|
3
|
7
|
8
|
11
|
11
|
4
|
9
|
11
|
10
|
8
|
5
|
9
|
10
|
10
|
9
|
6
|
9
|
9
|
7
|
8
|
Rata-rata
|
9,6
|
10
|
9,6
|
9
|
JUMLAH
DAUN 4 MST
Tan. Sampel
|
P1
|
P2
|
P3
|
P4
|
1
|
19
|
14
|
3
|
12
|
2
|
10
|
12
|
10
|
2
|
3
|
8
|
7
|
12
|
13
|
4
|
6
|
10
|
12
|
9
|
5
|
10
|
9
|
18
|
12
|
6
|
11
|
9
|
7
|
10
|
Rata-rata
|
10,6
|
10,1
|
10,3
|
9,6
|
Tan. Sampel
|
P1
|
P2
|
P3
|
P4
|
1
|
-
|
-
|
-
|
-
|
2
|
-
|
-
|
-
|
-
|
3
|
-
|
-
|
-
|
-
|
4
|
-
|
-
|
-
|
-
|
5
|
-
|
-
|
-
|
-
|
6
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Rata-rata
|
-
|
-
|
-
|
-
|
JUMLAH
CABANG 2 MST
JUMLAH CABANG 3 MST
Tan. Sampel
|
P1
|
P2
|
P3
|
P4
|
1
|
3
|
1
|
-
|
-
|
-2
|
-
|
2
|
-
|
-
|
3
|
-
|
-
|
2
|
-
|
4
|
-
|
-
|
-
|
-
|
5
|
-
|
-
|
2
|
-
|
6
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Rata-rata
|
3
|
1,5
|
2
|
-
|
JUMLAH CABANG 4 MST
Tan. Sampel
|
P1
|
P2
|
P3
|
P4
|
1
|
3
|
2
|
-
|
2
|
2
|
2
|
2
|
1
|
-
|
3
|
-
|
-
|
2
|
2
|
4
|
2
|
2
|
1
|
2
|
5
|
2
|
2
|
2
|
2
|
6
|
1
|
2
|
-
|
2
|
Rata-rata
|
2,4
|
2
|
1,5
|
2
|
E.
Hasil dan
pembahasan
Tanaman kangkung darat
merupakan tanaman dengan potensi tumbuh yang tinggi. Berdasarkan hasil analisa praktikum yang telah
dilakukan, percobaan aplikasi beberapa pupuk terhadap tanaman berpengaruh nyata
terhadap hasil pertumbuhan tanaman. Terlihat rata-rata pertumbuhan tanaman
mulai dari tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang. Pengamatan yang
dilakukan selama empat minggu berturut-turut dapat terlihat pada respon tanaman
terhadap masing-masing pupuk.
P1 dengan penggunaan POC
NASA menghasilkan tanaman dengan
pertumbuhan yang baik. Pengamatan pada parameter tinggi tanaman terlihat bahwa
respon tanaman kangkung dengan POC NASA mengasilkan tinggi tanaman yang normal
secara rata-rata. pada awal minggu kedua setelah tanam, tinggi tanaman relatif
normal walaupun tidak dominan dari pupuk lain. Hal ini disebabkan karena pupuk
ini lebih berperan dalam perbaikan struktur tanah dan juga pemenuhan unsur hara
mikro maupun makro. Menjelang minggu ketiga perubahan cukup drastis dari semua
parameter pengamatan. Hal ini dikarenakan dengan pemupukan yang dan penyiraman
yang rutin dilakukan.
P2 dengan
penggunaan POC Bio Quality menghasilkan respon yang sangat dominan, hal ini di
karenakan pupuk ini memang berperan dalam perkembangan daun dan sangat cocok
untuk kangkung. Pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah batang,
berdasarkan hasil pengamatan dapat dilihat bahwa tanaman yang menggunakan pupuk ini adalah tanaman yang paling subur. Hal
ini dikarenakan dimana kandungan dari Bio Quality adalah PGPR dan pupuk hayati,
dimana kita tahu bahwa PGPR mengandung Rhyzobium
yang sangat baik bagi pertumbuhan. Serta perawatan yang sering dilakukan
seperti penyiangan, pemupukan dan penyiraman.
P3 dengan
penggunaan POC Harmonik menghasilkan respon yang baik terhadap pertumbuhan
kangkung. Hampir sama dengan hasil dari respon Bio Quality. Namun dengan POC
Harmonik ini menghasilkan tanaman dengan batang kangkung berukuran lebih besar.
Hal ini dikarenakan interaksi pupuk ini lebih dominan pada pertumbuhan batang.
Pemenuhan unsur hara pun juga seimbang dan tersedia bagi tanaman.
P4 dengan
penggunaan POC Hantu Zl menghasilkan respon yang baik dengan pertumbuhan
kangkung. Dan memiliki rata-rata yang normal. Namun penggunaan pupuk ini dengan
tanaman kangkung tidak mencapai hasil yang maksimal sebagaimana diharapkan. Hal
ini dikarenakan pupuk ini memiliki peran lebih besar pada pertumbuhan dan
perkembangan buah. Sehingga kurang respon dengan pertumbuhan kangkung yang
membutuhkan daun sebagai komponen utamanya.
F.
Kesimpulan
dan saran
A.
Kesimpulan
Dapat
disimpulkan bahwa pupuk yang tepat untuk kangkung adalah Pupuk Organik Cair Bio
Quality. Karena memliki peran yang sangat besar terhadap pertumbuhan kangkung,
dimana tanaman kangkung yang dibutuhkan utamanya adalah daun. Karena itu POC
Bio Quality lah yang cocok untuk tanaman kangkung. Kandungan yang ada didalamnya
sesuai dengan kebutuhan tanaman kangkung sehingga sesuai dengan apa yang di
harapkan, jumlah daun menjadi banyak dan berukuran lebih besar. Serta dapat
meningkatkan kuantitas dan kualitas dari kangkung darat.
B.
Saran
Sebaiknya
dilakukan percobaan lebih lanjut terhadap pupuk Bio Quaity dan responnya
terhadap tanaman kangkung, sehingga dapat diperoleh hasil kangkung yang lebih
baik dan spesifik.
Daftar
Pustaka
alamtani.com › Budidaya › Pertanian
http://utamanews.com/mobile/?open=content&id=4007#.WGSqp3kRXDc